Marjinal adalah nama sebuah grup musik
beraliran punk-rock tapi sebenarnya mereka bukan Group band
karena mereka hanyalah orang-orang yang ingin menyumbangkan aspirasi
mereka kepada negara dengan musik mereka. Marjinal berasal dari Jakarta,
Indonesia. Kelompok musik ini sebelumnya bernama Anti ABRI, bersamaan
dengan berubahnya nama institusi militer di Indonesia, nama Anti ABRI-pun
berubah lagi menjadi Anti Military. Melalui lirik-lirik lagunya,
Marjinal dapat dikategorikan sebagai kelompok musik berhaluan
anarko-punk, karena liriknya banyak memuat tema-tema politik, dan
semangat perubahan sosial. Beberapa lagu yang diciptakan oleh mereka
banyak dinyanyikan oleh para aktivis yang sedang berdemonstrasi. Sejak
berdirinya, kelompok ini telah menghasilkan beberapa album, diantaranya
adalah: * Anti Military - Termarjinalkan - Predator
Sejak Marjinal bermarkas di Gang
Setiabudi, Setu Babakan, Jakarta Selatan, dari hari ke hari kian banyak
saja anak muda yang datang dan terlibat dalam program workshop. Selain
membuka workshop cukil kayu dan musik, Marjinal mengusahakan distro
sederhana. Sebuah lemari etalase diletakkan di beranda, menyimpan
pelbagai produk Taringbabi; dari kaos, kaset, pin, stiker, emblem, zine
sampai buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer. Di dinding didisplay
puluhan desain kaos, di ruang tamu yang selalu riuh itu. Di
tengah-tengah kotak display, ada gambar tengkorak yang berbarik sebagai
ikon Taringbabi. Para punker biasanya datang secara berkelompok.
Biasanya mereka duduk-duduk di beranda depan, melepas penat, setelah
seharian berada di jalanan, sambil asyik ngobrol dan bermain musik.
Dengan ukulele (kentrung), gitar dan jimbe mereka menyanyikan lagu-lagu
Marjinal. Bob dan Mike pun ikut nimbrung bernyanyi bersama. Mike
memberitahu accord atau nada sebuah lagu, dan menjelaskan makna dari
lirik lagu itu.
Proses belajar dan mengajar, secara
tidak langsung terjadi di komunitas, dengan rileks. Sebagian besar
anak-anak itu memilih hidup di jalanan, sebagai pengamen. Ada yang masih
sekolah, banyak juga yang putus sekolah. Mereka mengamen untuk membantu
ekonomi orangtua. Sebagian besar mereka berlatar belakang dari keluarga
miskin kota, yang tinggal di kampung-kampung padat penduduk; Kali
Pasir, Mampang, Kota, Matraman, Kampung Melayu, Cakung, Cengkareng,
Cipinang dan lain sebagainya. Bahkan ada yang datang dari kota-kota
seperti Medan, Batam, Serang, Bandung, Indramayu, Cirebon, Tegal,
Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, Makasar,
Manado, dll. “Dengan mengamen mereka bisa bertahan hidup, dengan
mengamen mereka bisa membiayai sekolah dan membantu belanja sembako
untuk ibu mereka.,” kata Mike, aktifis Marjinal. Jika sekilas memandang
penampilan mereka, boleh dibilang sebagai punk: ada yang berambut
mohawk, jaket penuh spike, kaos hitam bergambar band-band punk dengan
pelbagai slogan anti kemapanan. Kaki mereka dibalut celana pipa ketat
dan mengenakan sepatu boot, ada juga yang hanya bersandal jepit.
DOWNLOAD LAGUNYA :
Download lagu Marjinal dari album Predator :
Download lagu Marjinal dari album Predator :
|
|
0 komentar:
Post a Comment
Komentar Yang Tidak Sopan Akan Dihapus. TERIMA KASIH